Kembali ke Blog
Tips Jualan

Cara Menulis Deskripsi Iklan yang Menjual

B
Barbek Team
28 Desember 2023
5 menit Baca
📝

Deskripsi iklan adalah sales representatif digital Anda. Saat calon pembeli tertarik dengan foto produk Anda dan mengklik iklan tersebut, deskripsi adalah penentu utama apakah mereka akan lanjut menekan tombol "Hubungi Penjual" atau justru keluar.

Jangan biarkan pembeli Anda menebak-nebak kondisi produk Anda. Ikuti template penulisan deskripsi iklan yang informatif, menarik, dan terstruktur berikut ini:

1. Judul yang Jelas dan Spesifik

Mulailah dengan nama produk, merek, tipe, spesifikasi utama, dan kata kunci kondisi barang. Contoh yang baik: "Samsung Galaxy S22 Ultra 12/256GB - Mulus Like New Garansi Resmi Resmi Sein" dibanding hanya menulis "HP Samsung Bekas".

2. Tulis Spesifikasi Kunci Secara Ringkas

Tuliskan detail penting seperti:

  • Merek & Tipe Asli
  • Ukuran/Dimensi/Warna
  • Tahun Pembelian (jika masih ingat)
  • Kelengkapan (Contoh: "Fullset/Kotak Charger Ori" atau "Hanya Unit/Batangan")

3. Jelaskan Kondisi Fisik dan Fungsi dengan Jujur

Jelaskan secara terbuka apa adanya: "Kondisi fisik sekitar 95% mulus, ada dent kecil di pojok bawah karena pemakaian case (cek foto ke-5). Fungsi mesin normal 100%, baterai masih sehat tidak drop." Kejujuran ini memangkas waktu tawar-menawar panjang dan komplain di belakang.

4. Sebutkan Alasan Dijual

Pembeli barang bekas sering kali ingin tahu mengapa barang tersebut dilepas. Menuliskan alasan rasional seperti "Dijual karena sudah upgrade ke tipe baru" atau "Dijual karena mau pindah kota dan repot membawanya" bisa meningkatkan rasa percaya calon pembeli.

5. Jelaskan Metode Pembayaran dan Pertemuan (COD)

Berikan info lokasi COD Anda agar pembeli bisa memperkirakan jarak tempuh. Contoh: "Hanya melayani COD di area Jakarta Selatan (sekitar Tebet, Blok M, Gandaria) sepulang jam kerja."

Bagikan Artikel